2013/03/02

Cara Adaptasi Hewan


NO.
JENIS M. HIDUP
Cara/bagian
ADAPTASI
KETERANGAN
1
Bunga Teratai
Daun yang Datar dan Tipis
Morfologi
Untuk mengapung di permukaaan air
2
Bakau
Akar Nafas yang kuat
Morfologi
Memudahkan untuk bernafas di permukaan tanah berlumpur dan tidak roboh saat di terpa ombak.
3
Kaktus
Akar yang Panjang
Morfologi
Memudahkan untuk menjangkau air
4
Manusia di daerah dataran tinggi
Eritrosit
Fisiologi
Untuk mengikat oksigen lebih banyak
5
Hewan herbivore
Usus
Fisiologi
Usus herbivore lebih panjang dari karnivora karana, digunakan untuk mencerna sel selulosa yang terdapat di tumbuhan yang berdinding keras.
6
Jerapah
Leher yang panjang
Morfologi
Untuk menggapai makanan yang terletak di pohon yang tinggi.
7
Unta
Kantung air di punuknya
Fisiologi
Untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama
8
Anjing Laut
Lapisan lemak yang tebal
Fisiologi
Untuk bertahan di daerah dingin
9
Teredo Navalis
Enzim Selulase di dalam saluran pencernaan
Fisiologi
Untuk menguraikan selulose yang ada pada kayu sebagai makanannya.
10
Ikan air Laut
Tekanan Osmosisnya
Fisiologi
Mempunyai tekanan osmosis lebih redah dibandingkan ikan air tawar. Agar ikan tidak mati kekeringan, maka ikan banyak meminum air dan sedikit mengeluarkan urine
11
Ikan air Tawar
Tekanan Osmosisnya
Fisiologi
Mempunyai tekanan Osmosis lebih tinggi dari ikan air laut. Agar Ikan tidak mati Kembung, maka ikan meminum sedikit air dan mengeluarkan banyak urine
12
Talas
Permukaan tumbuhan mempunyai banyak Stomata
Morfologi
Untuk mempercepat penguapan
13
Kiambang
Rongga antar sel yang berisi udara
Morfologi
Untuk memudahkan mengapung di air
14
Eceng Gondok
Daun lebar dan tangkai daun mengembung berisi udara.
Morfologi
Untuk memudahkan mengapung di air
15
Hydrilla
Diding sel yang kuat dan tebal
Morfologi
Untuk mengurangi Osmose kedalam sel
16
Kangkung
Rongga udara dalam batang atau tangkai daun
Morfologi
Sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air
17
Bebek
Paruh seperti sudu da pangkal bergerigi
Morfologi
Berguna untuk menyaring makanan dari air dan lumpur
18
Elang
Paruh tajam, kuat, runcing dan agak membengkok
Morfologi
Untuk mengoyak makanan yang berupa daging
19
Burung pipit
Paruh pendek tebal dan runcing
Morfologi
Untuk memecah biji-bijian seperti padi
20
Burung Pelatuk
Paruh runcing agak panjang
Morfologi
Untuk memahat kayu pohon dan menangkap serangga di dalamnya.
21
Burung Pelikan
Paruh panjang dan berkantung besar pada bagian bawah
Morfologi
Untuk Menyimpan ikan sebagai  makanannya.
22
Ayam
Kakinya memiliki 3 jari yang menghadap ke depan dan 1 jari di bagian belakang tidak tumbuh sempurna
Morfologi
Digunakan untuk berjalan dan mengais tanah
23
Itik
Jari kaki berselaput
Morfologi
Untuk berenang dan berjalan di lumpur
24
Rajawali
Jari kaki pendek, kuku melengkung tajam, dan cakar kuat
Morfologi
Digunakan untuk mencengkram
25
Pelatuk
Kakinya memiliki 4 jari, dengan 2 jari berada ke arah depan dan dua jari lainnya ke arah belakang
Morfologi
Digunakan untuk memanjat pohon
26
Kutilang
Jari kaki panjang dan telapak kakinya datar
Morfologi
Digunakan untuk bertengger di ranting-ranting pohon
27
Belalang
Mempunyai rahang atas dan rahang bawah yang kuat
Morfologi
Untuk menggigit
28
Lalat
Mempunyai bibir
Morfologi
Untuk menghisap dan menjilat
29
Kupu-kupu
Mempunyai alat pengisap seperti belalai yang panjang dan dapat digulung
Morfologi
Untuk menghisap madu yang terdapat jauh di dasar bunga
30
Nyamuk
Mempunyai rahang yang runcing dan panjang
Morfologi
Untuk menusuk dan menghisap
31
Bunglon
Mengubah kulit sesuai dengan lingkungannya (Mimikri)
Tingkah Laku
Untuk menyamakan warnanya dengan lingkungannya agar tak mudah dilihat pemangsa
32
Cicak
Memutuskan ekornya (Autotomi)
Tingkah Laku
Untuk mengelabuhi mangsanya
33
Paus
Sering muncul ke permukaan air
Tingkah Laku
Karena dia tidak memiliki insang, paus sering muncul ke permukaan untuk mengambil oksigen.
34
Rayap
Memakan kulitnya yang sudah mengelupas
Tingkah Laku
Untuk mendapatkan flagellate kembali, rayap memakan kulitnya yang mengelupas, flagellate menghasilkan enzim selulase yang membantu mencerna kayu.
35
Anak Rayap
Menjilati dubur Induknya
Tingkah Laku
Anak yang baru menetas didalam ususnya belum ada flagellate, sehingga, ia menjilati dubur induknya untuk mendapatkan flagellate.
36
Pohon Jati
Menggugurkan daunnya
Tingkah Laku
Tumbuhan jati hidup di daerah kering, maka, jati menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan air melalui daun.
37
Beruang Kutub
Berhibernasi
Tingkah Laku
Tidur panjang musim dingin dilakukan agar hewan dapat bertahan pada musim dingin
38
Manusia
Jantung
Fisiologi
Jantung atlet menjadi  lebih besar dari orang biasa, karena jantung atlet kerjanya lebih berat saat ber olah raga
39
Manusia
Volume Urine
Fisiologi
Pada saat udara dingin, manusia lebih banyak mengeluarkan urine untuk mengekskresikan cairan karena pori-pori  keringat tertutup
40
Bunga yang harum
Aroma bunganya
Fisiologi
Bau harum digunakan untuk memikat serangga agar serangga meyebarkan benih-benih bunga.
41
Semak Azalea
Daunnya
Fisiologi
Daunnya terdapat semacam bahan kimia beracun agar rusa tidak dapat memakannya
42
Burung Kolibri
Paruhnya panjang dan runcing
Morfologi
Untuk menghisap madu dari bunga
43
Putri malu
Daunnya yang menutup
Tingkah Laku
Putri malu menutup daunnya jika tersentuh agar terhindar dari serangan serangga.
44
Tupai
Berestivasi
Tingkah laku
Tupai akan tidur musim panas agar dapat bertahan di cuaca yang panas dan kering
45
Cumi-cumi
Mengeluarkan tinta
Tingkah Laku
Tinta hitam yang pekat dikeluarkan pada saat cumi-cumi terancam
46
Kura-kura
Mempunyai cangkang
Morfologi
Untuk melindungi dirinya dari pemangsa
47
Trenggiling
Mempunyai sisik yang keras
Tingkah laku
Jika dalam keadaan terancam, trenggiling akan menggulung badannya, sehingga terlihat seperti bola yang keras.
48
Kalajengking
Memiliki sengat
Tingkah laku
Di sengat kalajengking terdapat racun yang mematikan untuk melawan musuhnya
49
Sigung
Mengeluarkan gas berbau busuk
Tingkah laku
Untuk mengusir musuhnya
50
Belalang kayu
Memiliki warna tubuh yang mirip dengan lingkungannya
Tingkah laku
Untuk menyamarkan warna tubuhnya agar tak terlihat oleh mangsa nya
51
Kepiting

Tingkah laku

52
Musang
Berpura pura mati
Tingkah laku
Untuk menipu pemangsa agar tak jadi memangsa nya
53
Kelelawar
Melakukan system ekolokasi
Tingkah laku
Karena penglihatan kelelawar kurang baik, maka, kelelawar mengeluarkan bunyi ultrasonic untuk mengetahui lokasi benda.
54
Kelelawar
Tidur terbalik
Fisiologi
Untuk menghemat energy ketika beristirahat.
55
Harimau
Berkulit loreng
Morfologi
Untuk memudahkan bersembunyi agar tidak ketahuan oleh mangsanya
56
Gajah
Gading
Morfologi
Gading digunakan untuk bertarung pada saat gajah terancam
57
Burung hantu
Lehernya berputar 1800
Tingkah laku
Untuk jangkauan penglihatan yang maksimal
58
Bunga mawar
Duri
Morfologi
Duri digunakan untuk melindungi diri, agar bunga tidak dimakan oleh herbivore atau sejenisnya.
59
Kaktus
Daun bermodifikasi menjadi duri
Morfologi
Untuk mengurangi penguapan.
60
Ikan rawa-rawa.
Insangnya
Morfologi
Umumnya, ikan yang hidup di rawa-rawa memiliki Labirin di insangnya yang membantu pernapasan.
61
Kerbau
Kerbau berkubang pada saat terik matahari
Tingkah laku
Untuk menstabilkan suhu tubuhnya.
62
Bangau
Bentuk kaki yang panjang dan ramping
Morfologi
Memudahkan berjalan di air
63
Pohon Pinus
Daun yang kecil
Morfologi
Untuk Mengurangi tekanan angin yang berhembus
64
Anjing Laut
Lapisan lemak yang tebal
Fisiologi
Untuk dapat bertahan di daerah dingin
65
Manusia
Mata
Fisiologi
Mata dapat menyesuaikan dengan intensitas cahaya yan berubah dari gelap ke terang atau sebaliknya.
66
Manusia
Mengeluarkan keringat
Fisiologi
Untuk menstabilkan suhu tubuh.
67
Tumbuhan insektivora
Mempunyai enzim protease
Fisiologi
Sebagai penghancur protein dari tubuh mangsanya.
68
Kadal
Kulit kadal berubah ubah
Fisiologi
Kulit kadal berubah ubah karena pigmen yang dikandungnya, hormone dan factor luar seperti suhu.
69
Ular Kobra
Mengeluarkan zat beracun
Tingkah Laku
Jika dalam keadaan terancam, kobra akan mengeluarkan bisanya untuk melumpuhkan lawannya.
70
Ular Piton
Badan yang besar dan kuat
Morfologi
Karena piton tak memiliki bisa, maka, piton melumpuhkan mangsanya dengan cara melilit mangsanya hingga mati.
71
Entok
Memiliki semacam minyak bulunya.
Fisiologi
Agar tubuh entok tidak basah saat berenang.
72
Pohon karet
Getahnya
Fisiologi
Getah pada pohon karet yang sangat lengket digunakan untuk melindungi diri agar tidak dimakan oleh pemangsanya.
73
Unta
Urine yang pekat dan feses yang kering
Fisiologi
Untuk menghemat kadar air di tubuhnya.
74
Ikan
Bentuk tubuh yang ramping dan streamline
Morfologi
Memudahkan ikan saat berenang di air.
75
Tupai Virginia
Pura-pura mati
Tingkah laku
Sering berbaring tak berdaya dengan mata tertutup agar tidak dimakan anjing.
76
Kucing
Terlentang dan melingkar
Tingkah laku
Kucing  terlentang pada saat panas dan melingkar pada saat dingin, untuk menyesuaikan suhu tubuh.
77
Ikan Lampu Senter
Mengeluarkan cahaya
Fisiologi
Cahayanya digunakan untuk memikat mangsa, memberi isyarat dan membingungkan pemangsa.
78
Burung
Bermigrasi
Tingkah laku
Burung dapat bermigrasi ribuan kilometer untuk mencari daerah yang lebih nyaman dan banyak makanan.
79
Katak dan Kecebong
Ususnya
Fisiologi
Katak mempunyai usus yang lebih pendek dari kecebong karena jenis makanan katak adalah serrangga, sedangkan kecebong adalah alga.
80
Kadal Gurun
Mengangkat Kaki kiri dan kanan
Tingkah laku
Kadal gurun mengangkat kaki kiri dan kanan secara bergantian utnuk mengurangi kontak dengan permukaa gurun yang panas.